Translate

Sabtu, 28 April 2012

ANALISIS MODAL KERJA DAN ANALISIS PERUBAHAN LABA KOTOR

ANALISIS MODAL KERJA
Modal Kerja adalah dalam artian netto yang kelebihan Aktiva Lancar diatas Utang Lancar. Tujuan “laporan perubahan modal kerja” adalah memberikan ringkasan transaksi keuangan yang terjadi selama satu periode dengan menunjukkan sumber dan penggunaan modal kerja dalam periode tersebut, yang meliputi perubahan aktiva lancar dan hutang.
Dalam Laporan Sumber-sumber dan Penggunaan Modal Kerja tidak tercantum di dalamnya sumber-sumber dan penggunaan dana yang berasal dari unsur-unsur modal kerja sendiri, karena perubahan-perubahan yang hanya menyangkut unsur-unsur Aktiva Lancar dan Utang Lancar saja kedua accounts tersebut disebut “Current Accounts” tidak akan mengakibatkan perubahan jumlah modal kerja (neto).
Modal kerja mempunyai beberapa konsep yaitu:
a)    Konsep kuantitatif
Konsep ini mendasrkan pada kuantitas dari dana yang tercantum dalam unsur-unsur aktiva lancar dimana aktiva ini merupakan aktiva yang sekali berputar kembali dalam bentuk semula atau aktiva dimana dana yang tertanam di dalamnya akan dapat bebas lagi dalam waktu yang pendek.
b)    Konsep kualitatif
Apabila pada konsep ini hanya dikaitkan dengan besarnya jumlah aktiva lancar saja, maka pada konsep kualitatif ini modal kerja juga dikaitkan dengan besarnya jumlah utang lancar atau utang yangsegera harus dibayar.
c)    Konsep fungsional
Konsep ini mendasarkan pada fungsi dari dana dalam menghasilkan pendapatan
Adapun sumber-sumber dari modal kerja dapat disebutkan sebagai berikut:
1.    Berkurangnya aktiva tetap
2.    Bertambahnya utang jangka panjang
3.    Bertambahnya modal
4.    Adanya keuntungan dari operasi perusahaan

Penggunaan modal kerja adalah;
1.    Bertambahnya aktiva tetap
2.    Berkurangnya utang jangka panjang
3.    Berkurangnya modal
4.    Pembayaran cash devidend
5.    Adanya kerugian dalam operasinya perusahaan

Adapun langkah-langkah dalam penyusunan laporan Sumber-sumber dan Penggunaan Modal Kerja sebagai berikut:
1.    Menyusun Laporan Perubahan Modal Kerja
Laporan ini menggambarkan perubahan dari masing-masing unsur modal kerja antara dua titik waktu. Dengan laporan tersebut dapoat diketahui adanya kenaikan atau penurunan modal kerja berserta perubahan modal kerja
2.    Mengelompokkan perubahan-perubahan dari unsur-unsur Non Current Accounts antara dua titik waktu tersebut ke dalam golongan yang mempunyai efek memperbesar modal kerja dan golongan yang mempunyai efek memperkecil modal kerja
3.    Mengelompokkan unsur-unsur dalam Laporan Laba ditahan ke dalam golongan yang perubahannya mempunyai efek memperbesar modal kerja dan golongan yang perubahaannya mempunyai efek memperkecil modal kerja.
4.    Berdasarkan informasi tersebut diatas dapatlah disusun Laporan Sumber-sumber dan Penggunaan Modal Kerja

ANALISIS PERUBAHAN LABA KOTOR
Pada dasarnya perubahan laba kotor itu disebabkan oleh 2 faktor yaitu faktor penjualan dan faktor harga pokok penjualan. Besar kecilnya hasil penjualan di pengaruhi oleh kwantitas/volume produk yang dapat di jual dan harga jual per satuan produktersebut. Oleh karena itu perubahan laba kotor karena adanya perubahan hasil penjualan dapat disebabkan adanya:
a)    Perubahan harga jual per satuan produk.
b)    Perubahan kwantitas/volume produk yang dijual/dihasilkan.

Faktor harga pokok penjualan juga dipengaruhi oleh kwantitas produk yang dijual dan harga pokok per satuan (rata-rata) produk yang dijual/ yang dihasilkan tersebut. Oleh karena itu perubahan laba kotor yang disebabkan oleh adanya perubahan harga pokok penjualan dapat disebabkan oleh:
a)    Perubahan harga pokok rata-rata per satuan
b)    Perubahan kwantitas harga pokok penjualan

Dengan memperbandingkan dua konsep Laporan Perhitungan Rugi Laba perusahaan dari periode yang berbeda/ dengan memperbandingkan antara perhitungan laba kotor yang telah dibudgetkan dengan realitasi laba kotor tahun yang bersangkutan akan dapat diketahui perubahan (kenaikan maupun penurunan) laba kotornya.
Perubahan laba kotor  merupaka penurunan atau kenaikan yang disebabkan oleh faktor harga jual tidak dapat digunakan sebagai pengukur kegiatan bagian penjualan, karena hal ini disebabkan oleh faktor ekstern perusahaan. Perubahan harga jual ditentukan oleh keadaan pasar yang sehat dikendalikan oleh perusahaan.
Perubahan laba bruto pada dasarnya disebabkan oleh 4 faktor yaitu:

1.    Perubahan harga jual (Sales Price Variance), yaitu adanya perubahan antara harga jual yang sesungguhnya dengan harga jual yang dibudgetkan atau harga jual tahun sebelumnya.
Perubahan laba kotor yang disebabkan adanya perubahan harga jual dapat ditentukan dengan rumus:
(Hj2 – Hj1) K2
Dimana:
Hj1    = harga jual per satuan produk yang di budgetkan atau tahun sebelumnya
Hj2     = harga jual per satuan produk yang sesungguhnya
K2     = kwantitas atau volume produk yang sesungguhnya dijual tahun ini

Apabila (Hj2 – Hj1) menunjukan/mengahasilkan angka positif berarti ada kenaikan harga yang berarti menunjukan keadaan yang menguntungkan, sebaliknya bila negatif berarti ada penurunan harga jual dan emnunjukan keadaan yang merugikan

2.    Perubahan kuantitas produk yang dijual (Sales Volume Variance), yaitu adanya perbedaan antara kwantitas produk yang direncanakan/tahun sebelumnya dengan kwantitas produk sesungguhnya yang dijual (direalisir). Perubahan laba kotor yang disebabkan oleh perubahan kwantitas/volume produk yang dijual dapat ditentukan dengan rumus:
(K2 –K1) Hj1
Dimana:
K1    =kwantitas produk yang sesungguhnya dijual
K2    = kwantitas produk yang dibudgetkan/tahun sebelumnya
Hj1    = harag jual per satuan produk yang dibudgetkan/tahun sebelumnya sebagai standard.

Bila (K2 –K1) menghasilkan angka positif menunjukan bahwa kwantitatif produk yang sesungguhnya dijual lebih besar daripada yang direncanakan, hal ini menunjukan keadaan yang menguntungkan, sebaliknya bila menghasilkan angka negatif berarti penjualan turun dan menunjukan keadaan yang merugikan.

3.    Perubahan harga pokok penjualan per satuan produk (Cost Price Variance, yaitu adanya perubahan antara harga pokok penjualan per satuan produk (Unit cost) menurut budget/tahun sebelumnya dengan harga pokok yang sesungguhnya. Untuk menentukan besarnya perubahan laba kotor yang disebabkan adanya perubahan harga pokok penjualan per satuan produk dapat ditentukan dengan rumus:
(HPP2 – HPP1)K2
Dimana:
HPP1     = harga pokok penjualan sesungguhnya
HPP2    = harga pokok penjualan menurut budget/tahun sebelumnya
K2    =kwantitas produk yang sesungguhnya dijual
Apabila (HPP2 – HPP1) menghasilkan angka positif berarti HPP mengalami kenaikan, kenaikan dalam sektor biaya menunjukan keadaan yang merugikan, sebaliknya bila hasil negatif berarti biaya mengalami penurunan yang berarti pula menunjukan keadaan yang menguntungkan.

4.    Perubahan kwantitas harga pokok penjualan (Cost Volume Variance), yaitu adana perubahan harga pokok penjualan karena adanya perubahan kwantitas/volume yang dijual atau yang diproduksi. Rumus untuk perubahan kwantitas harga pokok penjualan adalah:
(K2 –K1) HPP1
Dimana:
K1    =kwantitas produk yang sesungguhnya dijual
K2    = kwantitas produk yang dibudgetkan/tahun sebelumnya
HPP1     = harga pokok penjualan per satuan barang menurut budget

Apabila (K2 –K1) mengahsilkan angka positif berarti kwantitas yang dijual/diproduksi bertambah, maka HPP akan mengalami kenaikan pula dan menunjukan keadaan yang merugikan, sebaliknya apabila menghasilkan angka negatif berarti kwantitas yang dijual/diproduksi berkuran, maka HPP akan mengalami penurunan pula dan menunjukan keadaan yang menguntungkan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar